Toleransi 6447

Masyarakat merupakan lingkungan manusia yang mencakup segala aktifitas kemanusian, salah satunya perdamaian. Hal ini menjadikan masyarakat sebagai komunitas perdamaian yang mengambil banyak peran penting bagi pencerdasan perdamaian generasi muda.

Pengambilan keputusan yang jauh hari dipersiapkan jelas menentukan akan keberhasilan. Tidak berbeda juga dengan sikap spontanitas yang dikuasai manusia sebagai bentuk kekhasan tersendiri terhadap tantangan yang akan terjadi di dunia ini. Bukan suatu hal yang mustahil jika manusia bisa berbuat apapun yang mereka mau, dengan tidak melampaui garis-batas yang telah ditentukan.

Pihak-pihak yang terlibat dalam memotivasi, saling memberikan dukungan yang sesekali membuat gairah semangat tanpa kata-kata yang diucapkan, justru seperti inilah yang sering dibutuhkan. Pendekatan yang bersifat kolaboratif dan anti-diskriminasi membuat perdamaian mudah diciptakan dikalangan manusia.

Dalam hal ini, insan yang terlahir suci bisa saja tetap suci dalam setiap langkah kakinya menempuh kehidupan. Namun bukan berarti yang demikian tersebar di segala sudut kehidupan. Mereka yang sudah mengakar bisa saja diarahkan akan sesuatu yang bersifat terarah bagi aspek pengalaman yang telah dilaluinya.

Lingkungan masyarakat yang damai, tentram, jauh dari kata diskriminasi, bimbingan yang selalu ada, terarah dan perkataan yang selalu terngiang di telinga akan memori yang terdengar wajib diketahui oleh banyak kalangan muda, terutama yang singgah di kota kecil ini.

Salatiga namanya, kota tertoleran dengan 6.447 penilaian Indeks Kota Toleran (IKT). Hal ini membuatnya memperoleh peringkat kedua di Indonesia. Di dalamnya terdapat banyak sekali keberagaman yang tidak meragukan akan perdamain yang ada. Bukan tidak mungkin, karena aktor dalam perdamain adalah manusia, kota hanyalah sebutan nama yang didalamya terdapat kehidupan insan.

Dari teori hakikat manusia dijelaskan bahwa fungsi manusia sebagai manusia adalah sama di setiap lingkungan masyarakatnya, karena tampilan dan sifatnya sebagai manusia. Penataan yang merujuk pada perdamaian selalu bersifat dinamis, di mana tidak ada hentinya untuk bisa berproses menjadi lebih baik. Perdamaian yang sejalan dengan peradaban tentunya harus bisa berada pada posisi terdepan untuk bisa mengkawal kesejahteraan masyarakat di dalamnya. Tujuan dari hal ini yaitu untuk mencapai titik final dimana hakikat manusia itu diciptakan, adalah supaya mengabdi kepada Tuhannya.