Perdamaian di Indonesia dapat dimulai dari individu maupun kelompok. Mengingat Indonesia sendiri adalah negeri plural yang mempunyai sejuta macam perbedaan. Perpecahan pun akan mudah terjadi di dalamnya. Sehingga merawat keutuhannya menjadi hal wajib bagi seluruh bangsa Indonesia.
Melalui pembukaan UUD 1945, pahlawan Indonesia telah memberikan amanat untuk menjaga perdamaian, yaitu “Ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasakan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial”. Penggalan kalimat tersebut telah jelas bahwasanya Indonesia sangat menjunjung tinggi asas perdamaian, baik secara nasional maupun internasional.
Perlu adanya kesadaran masyarakat untuk menjaga persatuan ditengah perbedaan. Yaitu kesadaran bahwa pebedaan adalah anugerah illahi yang harus disyukuri. Menghormati dan menghargainya merupakan salah satu nilai penting yang wajib dimiliki oleh bangsa Indonesia. Jika saja kesadaran itu hilang dalam benak masyarakat, maka aksi radikal dan intoleran akan mudah merongrong keutuhan yang telah melekat.
Kelompok radikal dan aksi-aksi teror yang dilakukan di berbagai daerah dapat mengancam persatuan. Hal ini sangatlah berbahaya bagi persatuan negara. Karena teror tersebut berasal dari dalam. Yaitu dari kelompok tertentu yang mempunyai kepentingan berbeda dengan kepentingan bersama.
Mereka mencoba memaksakan kepentingannya dan mencari massa untuk menggapai tujuannya. Agama pun dijadikan topeng untuk melancarkan doktrinannya. Surga dan bidadari menjadi iming-iming untuk orang awwam yang akan jadi anggotanya. Dan media massa menjadi perantara canggih untuk menyebarkan narasi provokatif.
Banyaknya pengguna internet di Indonesia menyebabkan resiko yang cukup besar. Dimana teroris mempunyai peluang lebih luas untuk menyebarkan pemahamanya. Narasi provokatif yang dilancarkan akan membahayakan bagi persatuan.
Melalui media sosial, narasi radikal dan provokatif mereka sebarkan. Orang awwam yang aktif di media sosial, tidak jarang terprovokasi olehnya. Terlebih lagi jika dia belum paham agama dan tidak mengerti sepenuhnya tentang Indonesia.
Disini dapat kita lihat, bahwasanya media sosial adalah wadah kompleks bagi terorisme untuk menjalankan misinya. Maka dari itu, media sosial perlu mendapatkan perhatian kita bersama.
Banyak hal yang dapat kita lakukan. Salah satunya yaitu menyebarkan narasi perdamaian. Menyebarkan konten toleransi ataupun pemahaman tentang agama yang moderat dapat meminimalisir aksi propoganda yang dilakukan oleh teroris. Tentulah hal ini tidak bisa dilakukan oleh satu orang saja, tapi harus dilakukan oleh banyak orang dengan dukungan penuh semua masyarakat Indonesia.
Untuk itu, perlu adanya persatuan semua bangsa Indonesia untuk mempertahankan negara Indonesia. Karena itu adalah tugas dari semua pihak tanpa melihat ras, suku, maupun agama. Kita semua sebagai bangsa Indonesia wajib menjaga persatuan demi keutuhan negara. Salah satunya yang dapat kita lakukan yaitu menyebarkan narasi perdamaian.