Menjadi Imam Sejati Melalui Courageous

Yayasan Hidayah Bangsa (YHB) dan Courageous mengadakan Training tentang “Imam Sejati” selama 2 hari penuh. Adapun acara tersebut diikuti 10 mahasiswa yang memiliki latar belakang berbeda-beda. Pada dasarnya kegiatan ini seharusnya mempunyai 9 sesi untuk dibahas selama beberapa hari, namun baru bisa terbahas 2 sesi terhitung dari hari sabtu-minggu, 14-15, September 2019 bertempat di kantor YHB.

“Kita akan membahas sesi selanjutnya pada pertemuan mendatang” jelas pak Deril sebagai pemateri selama kegiatan terlaksana. “Kegiatan Courageous sangatlah penting bagi pria karena semua kaum Adam akan menjadi imam/pemimpin dalam rumah tangga. Sehingga perlu adanya saling memahami antara satu sama yang lain. Sedangkan kaum Hawa sudah mengetahui hal tersebut melalui kegiatan yang serupa yaitu Flourish.” ungkap founder of YHB bapak Dr. Mahmud Farid Ibrahim Jaelani.

Meskipun jumlah peserta tidak begitu banyak, namun mereka sangat antusias dalam mengikuti kegiatan tersebut. Pasalnya, seluruh audien ikut turut serta menyampaikan ide dan gagasan, belum lagi ketika melakukan game disela kegiatan semua merasa ceria, tertawa, dan bahagia. “Baru kali ini saya mengikuti kegiatan sangat seru dan tidak tegang tapi tetep dapet pengetahuan dan wawasan.” Kata Muhammad Whyudi sebagai peserta yang sangat aktif.

“saya berharap acara Courageous dapat memberi pengetahuan sekaligus wawasan bagi peserta. Selain itu, saya juga ingin kegiatan seperti ini terselenggara lagi dengan lebih baik. Sehingga para pria nantinya mampu menjadi pemimpin yang maksimal.” Tambah Tio Famor Gunawan sebagai ketua acara.

Inti 2 sesi pembahasan tersebut ada dua point pertama, inilah saya. Kedua, apa nilai saya di dunia ini? Seringkali orang tidak menyadari bahwa ia terkadang meniru perbuatan, kebiasaan, bahkan fisik dari orang lain. Parahnya manakala terdapat seorang yang ingin meniru bentuk wajah, warna kulit, dan postur tubuh agar menjadi pria yang ganteng karena sibuk meniru orang lain. Maka demikian, kita sebagai laki-laki harus menjadi diri sendiri dengan cara merasa bangga dengan keunikan yang kita miliki.

Di samping itu, kita juga harus menjadi orang yang bermanfaat bagi semua orang tanpa pandang bulu, identitas, suku, bahasa, dan ras. Nah, meraihnya tentu menggunakan cara berbeda antara satu dengan lainnya. Kemanfaatan bisa melalui mengajarkan ilmu yang dimiliki, membantu, memberi, dan lain-lain. Dengan demikian kita dapat memperoleh predikat “Imam Sejati” bagi orang lain.