Memutus Rantai Kesalahpahaman tentang Injil Barnabas

Yayasan Hidayah Bangsa kembali mengadakan kerjasama dengan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga dalam wadah seminar nasional. Seminar yang diadakan pada Kamis, 28 November 2019 ini diselenggarakan di aula kampus 2 gedung Syari’ah IAIN Salatiga. Peserta yang berpartisipasi dalam acara ini sangatlah beragam, mulai dari mahasiswa, dosen, pastur, romo, dan ada juga tamu undangan dari gereja-gereja di Salatiga.

Tema yang dibahas di seminar ini adalah “Problematika Injil Barnabas”. Pemilihan tema ini dilatarbelakangi oleh minimnya pengetahuan orang-orang muslim tentang Injil Barnabas, namun mereka menganggap bahwa Injil Barnabas adalah Injil yang benar. Padahal di Kristen sendiri, Injil Barnabas adalah Injil yang ditolak. Tujuan Yayasan Hidayah Bangsa mengadakan seminar ini tidak lain adalah untuk memutus rantai kesalahpahaman karena kurangnya pengetahuan.

Materi pada seminar yang berlangsung di kota toleran ini disampaikan oleh pemateri yang sangat ahli di bidangnya, yaitu Dr. Bambang Noorsena, S.H, M.A. Keahlian beliau dalam bidang teologi dibuktikan dengan bukunya yang berjudul “Telaah Kritis Atas Injil Barnabas”.

Dalam penyampaiannya, beliau menyampaikan bukti-bukti rasional atas penolakan Injil Barnabas, salah satunya yaitu Injil Barnabas berbahasa Italia, padahal bahasa yang dipakai pada zaman Yesus adalah bahasa Ibrani, Aramaik, Yunani, atau minimal bahasa Latin sebagai bahasa kekaisaran Roma saat itu.
Hasil dari seminar ini sangatlah jelas. Mahasiswa dan dosen muslim yang ikut serta sebagai peserta tidak salah paham lagi. Karena mereka telah mendengar penjelasan tentang sejarah, isi, serta letak dan bukti kesalahan Injil Barnabas.
Acara yang selesai waktu dzuhur ini ditutup dengan bersalaman sebagai tanda perdamaian antar umat beragama. Sesi foto bersama pun tidak dilewatkan oleh pimpinan, pemateri, panitia, tamu undangan, dan peserta seminar.