Oleh: Diah Fitri Astri Mastuti
“Kecantikan sejati seorang perempuan tercermin dari dalam jiwanya. Ini adalah kepedulian dengan penuh kasih sayang yang ia berikan, gairah yang ia tunjukkan, dan dengan ini kecantikan seorang perempuan hanya akan bertumbuh seiring dengan waktu!” Audrey Hepburn
Lembaga Opinium di Inggris melakukan riset terhadap 2005 responden, menunjukkan bahwa lebih dari satu juta foto diri diupload dalam media sosial. Kecenderungan pengguna media sosial dalam mem-posting foto adalah sebagai wujud eksistensi. Foto tersebut tidak bisa sekedar dilihat dari aspek wajah, gaya, maupun ekspresi. Melainkan busana, dan tempat dapat menjadi nilai lebih bagi eksistensi diri.
Jaringan pertemanan yang sangat luas menyebabkan masing-masing individu mengakses profil orang lain . Kemudian, membandingkan realita hidupnya dengan gaya hidup orang lain yang dianggap lebih baik. Dari situlah mereka merasa tidak percaya diri terhadap apa yang dimiliki dan cenderung ingin menjadi orang lain.
Fenomena yang sangat mencolok datang dari kaum hawa. Wanita kerap kali merasa dirinya tidak cantik karena membandingkan kehidupannya dengan orang lain melalui medsos. Dove Self-Esteem Project mengakatan bahwa hanya ada 4% wanita di dunia menganggap dirinya cantik. Selanjutnya, 11% perempuan merasa nyaman menyatakan dirinya cantik, sedangakan yang lain merasa minder menyatakannya.
Outer beauty atau kecantikan secara fisik memang diperlukan. Bagaimanapun penampilan merupakan kesan pertama yang dapat menentukan diri. Baik itu dapat menentukan dalam dunia kerja maupun pergaulan sehari-hari. Namun, di sisi lain ada hal yang lebih penting untuk digali yaitu inner beauty.
Inner beauty merupakan pancaran jiwa dari seorang perempuan. Jika outer beauty tertangkap oleh mata, maka inner beauty akan tertangkap hati melalui sikap-sikap positif yang dilakukan. Sikap positif tersebut dilakukan dengan dasar emotional question, intellegent quotient, dan spiritual question. Kecantikan itu merupakan konsep individu tentang diri sendiri.
Untuk mendapatkan hal itu, maka perlu disadari bahwa Allah memberikan bentuk terindah dari masing-masing perempuan di dunia. Tinggal bagaimana wanita mampu mensyukuri lalu merawatnya. Kemudian, memaksimalkan pancaran kecantikan dari dalam diri dengan tindakan positif. Pada akhirnya, kecantikan itu tidak akan berkurang seiring bertambahnya usia, melainkan akan selalu bertambah setiap waktu.