Jodoh Tidak Akan Tertukar

Jodoh merupakan salah satu rahasia illahi yang sering dipertanyakan manusia. Banyak persepsi yang mengutarakan akan hal itu. Ada yang menganggap bahwa pasangan hidup merupakan takdir Allah. Selain itu, pendapat lain mengatakan perkawinan adalah sebuah pilihan yang  dapat ditentukan mausia.

Allah menetapkan jodoh, rezeki, dan kematian di Lauhul Mahfudz yaitu sebelum manusia diciptakan. Namun, bukan berarti pria dan wanita tidak dapat memilih pasangan sendiri. Tuhan telah menunjukkan jalan kepada hambanya unntuk mencari yang cocok. Jika menginginkan pendamping hidup yang baik, maka berusahalah memperbaiki diri, karena wanita yang baik akan mendapat lelaki yang baik, begitupula sebaliknya.

Bentuklah diri menjadi yang lebih baik. Seburuk dan senakal-nakalnya seorang pria tentu menginginkan istri yang batin serta dzohirnya baik. Jika dipikirkan apakah seorang wanitanya bersedia. Tentu saja seorang wanita juga menghendaki seorang imam yang baik. Imam yang mampu menuntun di jalan yang benar.

Pendampig hidup itu tidak hanya dicari, akan tetapi juga dibentu karena suami atau istri adalah cerminan diri. Sebagaimana firmanNya dalam Q.S. An-Nur:26“Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah untuk wanita yang tidak baik pula. Wanita yang baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik” oleh karena itu, perbaiki diri agar nantinya mendapat pendamping yang baik.

Perlu diingat bahwa pasangan hidup tidak akan tertukar, mungkin upaya mencari jodoh melalui pacaran adalah tindakan yang justru menjaga pendamping orang lain (Panji Ramdana: 2017). Saat ini, bersabar dan ikhlas melepasnya manakala belum ada ikatan yang sah. Merugilah kalian apabila sekarang menjaga seseorang yang ternyata akan menjadi milik orang lain. Apalagi cara menjaganya dengan jalan yang salah maka dosa terus mengalir.

Berusaha dan berdoa merupakan hal wajib yang harus dilakukukan setiap umat beragama. Jikapun takdir yang menimpa hambanya tidak sesuai dengan keinginan, maka di situlah letak ke-maha bijaksana dan Adil Allah. Tuhan lebih mengetahui mana yang terbaik untuk hambaNya. Kita adalah makhluk yang perlu mengambil hikmah dari setiap takdir yang telah ditetapkan. Sebagaimana Allah berfirman dalam Q.S. Al-Baqarah:216 “Boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyenangi sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu, Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui” Pasangan hidup merupakan cerminan diri. Dengan demikian, perbaiki dan bentuklah diri supaya menjadi yang lebih baik. Allah Maha Adil bagi setiap umatnya, bahwa takdir jodoh tidak akan tertukar.