Eksistensi Kaum Hawa

Ada saatnya ketika kaum hawa menjadi pelopor dunia. Mereka menjadi pandangan semua orang yang ada di sekitarnya, mereka pun menjadi seorang tokoh pendidik, pahlawan, pemimpin, dan perubahan masyarakat lainnya. Dari mereka kesemuanya terus mengalami perkembangan.

Eksistensi kaum hawa meningkat begitu pesat disetiap perkembangan zaman. Pendidikan yang diperoleh dapat memberikan manfaat bagi kehidupan manusia. Bukti konkret bahwa hal tersebut benar terwujud yaitu melalui profesi ibu guru. Dengan demikian wanita memiliki peran penting dalam dunia pendidikan. Seorang perempuan dapat mengajar peserta didik dengan penuh kasih dan sayang sebagaimana sifat perempuan.

Tidak sampai disitu saja, sekarang kaum hawa juga bisa melindungi masyarakat melalui profesi polisi wanita (polwan). Dengan demikian wanita membuktikan secara nyata bahwa ia juga dapat melindungi orang lain layaknya pahlawan. Selain itu, kaum hawa menjadi pemimpin dalam bidan tertentu bukanlah hal yang tabu. Terbukti sosok Sri Mulyani Indrawati seorang pemimpin menteri keuangan di Indonesia.

Kaum nisa saat ini dapat bergerak bebas melakukan segala sesuatu tanpa larangan. Di sinilah letak eksistensi kaum hawa yang sebenarnya, tanpa ada kebebasan wanita tidak bisa melakukan perubahan. Kesemuanya tentu tidak lepasa dari sejarah kelam, namun dari situlah perempuan menemukan kunci gerbang keberadaan kaum hawa.

Jika dapat dipungkiri keadaan zaman dahulu, di mana seorang wanita direndahkan, dihina, dipandang sebelah mata, dan kehadirannya membawa aib buruk bagi keluarganya. Sampai munculah adat kebiasaan masyarakat jahiliyah Arab, yaitu mengubur setiap bayi perempuan yang baru lahir di dunia. Kemudian, kebiasaan masyarakat kuno Arab merendahkan perempuan yang sedang mengalami datang bulan lalu dikucilkan bahkan dijauhkan dari masyarakat.

Betapa mengenaskan keberadaan kaum hawa di masa kuno, seolah-olah mereka membawa beban tersendiri di dalam lingkup masyarakat. Tidak ada satupun yang memperdulikan kemerdekaannya. Namun, seiring perkembangan zaman pejuang wanita tangguh dan kuat terus bermunculan membawa inspirasi dan motivasi. Mereka membela keadilan dan mengembalikan peran seorang wanita sebagaimana semestinya.

James Thurber mengatakan bahwa “Jangan melihat masa lalu dengan penyesalan, jangan pula melihat masa depan dengan ketakutan, tapi lihatlah sekitarmu dengan penuh kesadaran”. Oleh karena itu, jika seorang wanita masih terbayang akan setiap kejadian buruk di masa lalu kemudian menyesali secara mendalam. Maka hal tersebut justru akan membuat rasa takut yang membekas. Akan tetapi, manakala mereka menghapus dan menjadikan pengalaman tersebut sebagai pelajaran yang berharga, maka hal tersebut justru akan menjadi gerbang perubahan.