Pendahuluan
Indonesia adalah negara besar dengan ribuan pulau, 737 bahasa, lebih dari 300 suku, dan agama yang beragam. Meskipun 87% penduduk Indonesia adalah Muslim, tetapi ada juga Kristen, Hindu, Budha, dan agama yang lain. Isu-isu perbedaan suku dan agama mejadi hal yang paling berpotensi menimbulkan konflik di masyarakat. Karena hal ini, banyak orang-orang Indonesia yang tidak pernah memiliki kesempatan untuk mempelajari nilai-nilai positif yang terkandung dalam suku atau agama lain, khususnya mereka yang tinggal di pedalaman negeri.
Peace Camps adalah suatu kegiatan yang diadakan di daerah-daerah konflik untuk menciptakan situasi yang lebih kondusif, sekaligus memberikan tempat yang aman dan nyaman bagi para warganya. Ini adalah hal pertama yang harus dilakukan untuk menghilangkan kemiskinan dan kualitas hidup yang rendah dengan menurunkan atau bahkan menghilangkan potensi kekerasan yang masih sering terjadi di masyarakat.
Hal utama yang dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia di daerah yang mengalami konflik adalah tempat yang aman untuk kedua belah pihak berdialog dan saling mengenal satu sama lain. Seringkali ketakutan, terorisme, dan rasisme menjadi hal-hal yang menakutkan bagi masyarakat, akan tetapi di Peace Camps hal-hal tersebut tidak pernah muncul bahkan sebagai bahan perbincangan sekalipun. Kenyataan ini menjawab pertanyaan bahwa sebenarnya mereka mempunyai naluri untuk memaafkan dan bersedia untuk bekerjasama antar golongan demi mewujudkan masyarakat yang sejahtera. Seluruh Peace Camps diadakan dengan tujuan untuk menciptakan kedamaian antar masyarakat.
Visi
Visi utama kami adalah ikut berperan aktif dalam menciptakan perdamaian di daerah konflik. Target utama kami adalah para generasi muda dan para pemimpin suku atau masyarakat. Kami ingin mereka mampu mengembangkan potensi positif yang mereka punya dalam situasi yang aman dan nyaman, membuka hati dan memaafkan sesama, dan berpikiran terbuka terhadap hal-hal positif yang datang dari luar kelompok dan budaya mereka.
Tujuan dari kegiatan Peace Camps adalah untuk menumbuhkembangkan kesadaran masyarakat Indonesia dalam menciptakan situasi yang damai dan mengenalkan berbagai suku dan budaya yang berbeda, sehingga dapat tercipta perdamaian di daerah-daerah rawan konflik.
Cara kami Mewujudkan Visi
Setiap Kamping berlangsung selama dua hari dan meliputi beberapa topik:
- Merayakan perbedaan
- Kerjasama
- Penyelesaian Konflik
- Kepemimpinan
- Kreasi Pojek
Kegiatan ini dilakukan melalui metode diskusi dan dialog, yang memperbolehkan para peserta untuk menyampaikan pengalaman mereka, ide, gagasan, dan opini mengenai hal yang sedang dibahas. Ada sekitar 50-100 orang pada setiap Kamping, yang berasal dari latar belakang yang berbeda atau bahkan dari daerah yang sedang berkonflik. Kegiatan Kamping ini bertempat di pusat desa, atau tempat lain yang representatif. Kegiatan ini membutuhkan manajemen dan koordinasi mengenai perlengkapan yang baik. Setiap kegiatan Kamping yang berlangsung diberi nama berdasarkan daerah yang menyelenggarakannya, dan maka dari itu tujuan dari kegiatan akan selalu tepat pada sasaran.
Program-Program Unggulan Kami
Peace Camps Pertama telah diselenggarakan pada Maret 2018, dengan peserta melibatkan 5 Pondok Pesantren dan 2 Sekolah Kristen dan para aktivis mahasiswa dari 20 Universitas di seluruh Indonesia. Banyak Komunitas-Komunitas baru dibentuk oleh para peserta Kamping. Hal ini menjadi jalan pembuka bagi banyak komunitas lain yang ingin menyelenggarakan kegiatan sejenis di tempat lain.
Selama kegiatan, para peserta belajar bersama, makan bersama, berbagi bersama, bekerja bersama, dan bermimpi bersama tentang apa yang bisa komunitas mereka lakukan untuk menciptakan perdamaian. Hal-hal yang menjadi perhatian utama adalah korupsi, rasisme, pendidikan, kemiskinan, kesenjangan gender, dan ideologi menyimpang. Gagasan-gagasan yang mereka rumuskan selama kegiatan kamping menjawab keinginan dan kebutuhan masyarakat akan inovasi dalam memyelesaiakan permasalahan yang ada selama ini. Hasil dari kegiatan Peace Camps ini antara lain:
- Lebih dari 400 orang per tahun akan mengalami interaksi secara langsung dengan orang lain yang berbeda keyakinan dan budaya.
- Lebih dari 400 orang yang mengikuti Peace Camps dikirim kembali ke daerahnya untuk ikut berperan aktif menciptakan perdamaian dan pengembangan di daerah.
Setiap kegiatan Kamping menciptakan jaringan kerjasama dan hubungan yang erat demi terciptanya perdamaian antar masyarakat di daerah-daerah.