Pendahuluan
Pendidikan Pesantren: Menjadikan Pesantren sebagai Lembaga Edukasi Keterampilan Hidup dan Pendidikan yang Moderen
Di Indonesia, ada jutaan pelajar muda yang menuntut ilmu di Peantren dalam 200 tahun terakhir.
Proyek Pendidikan Pesantren ini ditujukan kepada para pelajar muda yang mempercayakan pendidikannya kepada sekolah-sekolah keagamaan (Pesantren) di pedesaan yang identik dengan kelas sosial dan ekonomi menengah ke bawah di seluruh Indonesia.
Yayasan Hidayah Bangsa berperan aktif dalam mengirimkan para pengajar yang berkualitas ke seluruh Pesantren di Indonesia dan memberikan pelatihan kepada para pengajar tersebut. Mereka berkomitmen untuk membantu membangun Pesantren dari sisi pengembangan sumber daya manusia dan kurikulum yang mengakomodasi perbedaan budaya.
Kebutuhan (Urgensi)
Menjadikan Pesantren di Indonesia sebagai Lembaga Edukasi Ketrampilan Hidup dan Sebuah Pesan Harapan
Dengan kondisi perekonomian seadanya, Pesantren biasanya terletak di daerah pedesaan-pedesaan di seluruh Indonesia. Lembaga pendidikan ini, untuk pelajar yang berusia antara 6-16 tahun, masih tergolong terisolasi dan jauh dari jangkauan modernisasi, sehingga akan menimbulkan dua dampak negatif:
- Para pelajar yang hidup berpisah jauh dari keluarganya sangat mudah terdoktrin paham-paham menyimpang.
- Meskipun para pelajar ini menguasai pengetahuan agama dengan baik, mereka masih minim pengetahuan dan keterampilan hidup.
Mayoritas pelajar yang menuntut ilmu di pesantren berasal dari keluarga kurang mampu dalam hal ekonomi. Dengan pesantren sebagai lembaga yang mengajarkan kedisiplinan kepada mereka, para pelajar diajakrkan untuk menerima segala situasi dan keadaan, berserah diri kepada Alloh tanpa mempertimbangkan cara pandang hidup yang lain. Semua yang terjadi adalah atas kuasa Alloh, dan mereka diajarkan untuk menerima itu, meskipun sebenarnya mereka mempunyai kemampuan untuk mengubahnya.
Mengajarkan kedisiplinan kepada peserta didik memang tidak mudah. Para pelajar banyak yang lari, merasa trauma, bahkan beberapa ada yang terjebak menganut ideologi yang menyimpang karena kurangnya pengetahuan. Hasilnyapun juga tidak akan maksimal; pengangguran di usia muda meningkat dan generasi muda mudah terbakar emosi. Karena kurangnya pembiayaan dari Timur Tengah dan dukungan dari lembaga daerah, kualitas dari aspek-aspek pendidikan ini masih dipertanyakan.
Secara umum, para pimpinan Pesantren tidak memiliki kualifikasi pendidikan yang layak. Mereka adalah produk dari sistem pembelajaran tradisional yang terbiasa menghafal huruf-huruf Arab dan tradisi-tradisi agama. Walaupun demikian, berdasarkan pengalaman dan pengetahuan kami, para pimpinan Pesantren tersebut sangat terbuka terhadap pendekatan pendidikan yang baru, seperti pemberian edukasi keterampilan hidup dan penyusunan kurikulum berbasis integrasi budaya.
Visi
Tujuan dari Proyek Pendidikan Pesantren ini adalah untuk memberikan pelatihan dan pendidikan kepada para pengajar di Pesantren sehingga mereka akan memiliki masa depan yang cerah. Hal ini dapat dicapai melalui Pemberdayaan Pendidikan dan Ekonomi.
Kita harus menyadari bahwa para generasi muda yang belajar di Pesantren adalah bagian dari para pemimpin masa depan bangsa Indonesia. Jika Pesantren-Pesantren ini mengimplementasikan hal-hal positif, maka hal ini akan berdampak beberapa tahun kedepan bagi para santrinya ketika mereka menjadi para pemimpin masyarakat di daerahnya masing-masing. Tujuan utama kami adalah memberikan pengajaran dan pelatihan serta berperan aktif dalam mengirimkan para pengajar ke Pesantren-Pesantren di Indonesia untuk meningkatkan kualitas Pendidikan mereka.
Cara kami Mewujudkan Visi
Ketika para pengajar telah siap, terlatih, dan dibekali pengetahuan dan kemampuan yang cukup di Jawa Tengah oleh Yayasan Hidayah Bangsa, Mereka dikirim ke Pesantren-Pesantren di pelosok desa yang membutuhkan kehadiran mereka. Para pengajar ini ditemani oleh seorang senior dari Yayasan Hidayah Bangsa yang bertugas untuk membimbing dan mengawasi mereka. Tugas dan peran para pengajar ini adalah:
- Mengembangkan kurikulum Pesantren yang merefleksikan nilai-nilai Yayasan Hidayah Bangsa.
- Melakukan pelatihan keterampilan kepada para pelajar, yang biasamya termasuk beberapa hal seperti bercocok tanam, berdikari di bidang perikanan, dan latihan berbahasa Inggris.
- Mengajarkan nilai-nilai yang sesuai dengan budaya dan adat istiadat setempat.
Program-Program Unggulan Kami
Saat ini telah ada lebih dari 30 Pesantren yang bekerja sama dengan program kami, termasuk pengiriman tenaga pengajar ke beberapa daerah berikut:
Pulau Ratu: Riau, Batam
Sulawesi: Makasar, Palu, Kendari
Indonesia Timur: Ternate, Papua, Lombok, Bima
Kalimantan: Balikpapan, Banjar, Pontianak
Sumatra: Jambi, Padang, Lampung, Bengkulu
Jawa: Situbondo, Madura (dan lain-lain)
Kunci sukses dari program ini adalah kerjasama dan komunikasi yang baik dengan para pemimpin dan tokoh masyarakat setempat. Hal ini sangat penting untuk mendukung kelancaran dan kesuksesan program ini. Di setiap 30 lokasi dimana para pengajar dikirim, semuanya berdasarkan dari kesepakatan dan hubungan yang saling menguntungkan. Selain itu, semua pengajar adalah warga negara Indonesia dan telah disesuaikan dengan kondisi agama dan budaya di tempat mereka ditempatkan.
Dalam beberapa dekade terakhir, para pengajar yang terlibat dalam jaringan kerjasama ini telah melakukan pengajaran dan pengawasan di lebih dari 50 pesantren di seluruh Indonesia. Mereka berperan dalam menyatukan masyarakat, ikut serta secara aktif dalam membantu pemerintah daerah mewujudkan Lembaga Pendidikan Islam yang Moderen, dan mengembangkan kurikulum yang mengakomodasi edukasi keterampilan hidup dan perbedaan budaya.
Dalam hal ini, Yayasan Hidayah Bangsa telah bekerjasama dengan 90 Pesantren di Jawa Tengah, sedangkan untuk seluruh Indonesia, Yayasan Hidayah Bangsa mempunyai jaringan kerjasama dengan lebih dari 250 Pesantren.
Yayasan Hidayah Bangsa mengajarkan kepada para pengajar di pesantren tentang prinsip-prinsip pendidikan dan kedisiplinan melalui figuring atau mencontoh langsung dari para pengajar yang kami kirim ke lokasi.
Melalui para pengajar yang dikirim, Yayasan Hidayah Bangsa juga mengadakan pelatihan peningkatan ekonomi di daerah sekitar Pesantren untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Beberapa diantaranya adalah:
| Lokasi Pesantren | Proyek |
|---|---|
| Riau, Sumatra | Cabe, Kangkung |
| Makasar | Budidaya Ikan |
| Palu | Sayur Organik |
| Padang | Pohon Jeruk |
| Lampung Timur | Bawang |
| Batam | Budidaya Ikan |
| Banjar | Sayur Mayur |
| Bengkulu | Pupuk Organil |
| Papua | Sayur Mayur |
| Madura | Pembuatan Batu Bata |
| Ternate | Pertanian (Padi) |
Program lain yang diterapkan di Pesantren adalah Pengembangan skil (keterampilan), seperti keterampilan berbahasa Inggris, mengoperasikan komputer, dan kemampuan pemasaran (marketing).
Kampus
7,000m tanah telah didonasikan untuk pembangunan gedung kampus yang akan menjadi tempat kegiatan pelatihan dan keagamaan. Masyarakat setempat dan lembaga-lembaga keagamaan juga ikut andil dalam pembangunan kampus ini.
Jika kampus sudah berdiri, para pengajar-pengajar muda yang memiliki semangat dan kemampuan yang tinggi akan ditempatkan disini dengan income yang memadai. Pada Januari 2017, sebuah kegiatan Peletakan Batu Pertama telah dilaksanakan dengan dihadiri oleh pemimpin daerah, pemimpin agama, dan lebih dari 200 orang masyarakat.