Ramadhan, Momentum Bersatunya Masyarakat

Bulan ramadhan adalah bulan suci yang selalu dinanti umat Islam. Dibulan agung inilah tersimpan sejuta pahala keberkahan yang akan dilipat gandakan bagi siapa yang beramal sholeh.

Amal sholeh sendiri terbagi menjadi dua macam, yaitu vertikal dan horizontal. Maksud amal sholeh vertikal yaitu hubungan baik antara manusia dan Tuhan, adapun amal sholeh horizontal berarti hubungan manusia dengan manusia lainya. Salah satu implementasi kedua amal sholeh ini yaitu dengan tetap menjaga perdamaian dan persatuan.

Persatuan dan perdamaian masyarakat Indonesia akhir-akhir ini sempat terpecah dan merenggang. Hal ini dikarenakan politik panas yang ditumpangi para provokator yang tidak bertanggungjawab. Demi kepentingan pribadi, mereka menghalalkan segala cara, bahkan menjual agama untuk mendapatkan massa. Dampak yang ditimbulkan sangatlah banyak. Salah satunya yaitu merenggangkan perdamaian di masyarakat.

Masyarakat yang awalnya tentram dan damai berubah menjadi beringas. Masyarakat yang awalnya ramah dengan senyumannya, kini menjadi tak pernah tegur sapa. Ini problem yang sedang dialami Indonesia di pesta demokrasi tahun ini. Perlu adanya obat penawar untuk kembali menjadikan Indonesia yang ramah, saling sapa dan masyarakat yang sadar untuk menjaga persatuan negaranya.

Obat penawar yang paling pas adalah bulan Ramadhan. Karena Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Di bulan Ramadhan, umat Islam harus mengekang hawa nafsunya dengan kuat, termasuk hawa nafsu dalam membenci orang lain. Hal ini membuat penduduk Indonesia harus melupakan permasalahan-permasalahan yang sebelumnya terjadi. Khususnya permasalahan yang memecah persatuan.

Untuk itu, di bulan mulia ini, alangkah lebih baiknya kita kembali bersatu sebagai bangsa Indonesia. Hapuskan semua permasalahan yang ada, serta kembalikan senyum dan tegur sapa antar sesama. Berbeda pilihan merupakan sesuatu yang wajar. Beda pandangan bukan berarti saling bermusuhan. Akan tetapi, perbedaan adalah penghias sebuah persatuan.

Persatuan di tengah perbedaan dapat kembali terbentuk di bulan Ramadhan. Dengan perisai puasa yang mengekang amarah dan kebencian membuat persatuan mudah diciptakan. Selain itu, janji pahala yang berlipat ganda untuk orang yang berpuasa, membuat mereka berlomba-lomba untuk melakukan amal baik secara vertikal maupun horizontal.