Pendidikan tinggi bagi perempuan kini bukan lagi sebuah hal yang baru di masyarakat. Di era milenial sekarang ini, perempuan benar-benar merasakan kebebasan dalam banyak hal. Salah satunya adalah akses terhadap dunia pendidikan yang terbuka lebar, hingga duduk di bangku perkuliahan, yang notabene merupakan sebuah tempat prestisius pencetak generasi penerus bangsa.
Sebenarnya, terdapat tujuan serta tanggung jawab besar bagi perempuan yang menuntut ilmu sampai ke perguruan tinggi. Jika laki-laki menuntut hanya ilmu untuk dirinya sendiri dan orang-orang sekitarnya, maka perempuan menuntut ilmu guna mencetak para punggawa tangguh yang akan meneruskan estafet perjuangan bangsa ini. Menjadi pendidik bagi masa depan keturunannya.
Sebagai perempuan Indonesia yang merdeka atas hak-haknya, khususnya dalam mendapatkan pendidikan yang layak, kita harus berterima kasih kepada sososk Kartini yang hingga saat ini jasanya terus dan akan dikenang. Kegigihannya dalam memperjuangkan kesetaraan antara laki-laki dan perempuan di bidang pendidikan buktinya membuahkan hasil yang sangat berarti bagi kita anak cucunya ini.
Berangkat dari sana, seharusnya kita wajib dan harus bersyukur atas apa yang kita miliki saat ini. Dimana kondisi pendidikan dalam hal ini tidak lagi mendiskreditkan perempuan sebagai hanya “konco wingking” yang dianggap rendahan. Lebih dari itu, kaum perempuan kini mulai tak dipandang sebelah mata. Bahkan, sudah banyak wakil-wakil rakyat maupun profesi yang tadinya didominasi laki-laki juga mampu dilakukan oleh perempuan.
Tak hanya itu, dalam hidup ini perempuan dibebani tugas mulia sebagai seorang ibu. Dimana merupakan sebuah profesi yang tak berbayar, namun setiap perempuan pasti akan menjalaninya. Dalam keadaan yang bagaimanapun juga, entah itu sakit, sedih, maupun terpuruk sekalipun, seorang ibu senantiasa dituntut untuk menjadi kuat tak hanya di depan anak-anaknya, namun juga untuk dirinya sendiri.
Bahkan dalam agama Islam, keberadaan perempuan begitu dimuliakan serta memiliki derajat yang tinggi adanya. Hal ini tak lain karena beratnya tugas seorang perempuan, yakni mencetak generasi berkualitas. Melalui rahim-rahim wanita hebat dan cerdas, para tokoh yang mengguncang dunia itu lahir.
Adalah sebuah kemustahilan ketika seseorang tiba-tiba begitu saja ada di dunia, kecuali manusia pertama, yakni Nabi Adam as dan istrinya, Siti Hawa. Meskipun demikian, ada proses sekian panjang yang harus dipersiapkan terlebih dahulu sebelum Nabi Adam as benar-benar ada dan berwujud sebagaimana manusia. Walaupun jika Allah berkehendak, bisa saja semua yang ada di alam semesta ini bahkan tercipta dengan sendirinya.
Banyak juga ayat-ayat Allah dalam firman-Nya di Al-Qur’an serta sabda Nabi Muhammad SAW yang menjelaskan tentang keutamaan perempuan. Sebagaimana ibunda Maryam yang kita tahu merupakan wanita mulia lagi suci, namun memiliki seorang anak bernama Isa Almasih. Bahkan, Allah mengabadikan nama beliau dalam surat Maryam yang menceritakan tentang kehidupan bersahaja seorang ibunda Maryam kala itu. Jadilah perempuan yang bukan hanya sekedar berpendidikan, namun juga memiliki semangat juang yang tinggi, agar bisa mendidik generasi-generasi penerus bangsa yang akan keluar dari rahimnya. Jadi, pentingya pendidikan perempuan menuju perempuan terdidik adalah sebuah keniscayaan yang harus senantiasa diperjuangkan.