Santri Bersatu Generasi Maju

Santri

Santri seringkali dikaitkan dengan pesantren sekaligus muda-mudi yang religius. Hampir setiap orang berpikir, muda-mudi yang ahli agama berasal dari pondok pesantren. Terlebih bagi masyarakat muslim yang merasakan keharmonisan dan kebaikan akhlak para santri yang ada di lingkungannya. Mereka begitu paham seperti apa karakter dan kepribadian seorang santri. Pribadi yang baik, sopan, santun, berbakti kepada kedua orangtua dan taat beribadah. Generasi muda inilah yang dibutuhkan Indonesia saat ini, untuk ikut merawat serta menjaga perdamaian dan kedaulatan negara.

Jadi pada dasarnya, generasi sukses adalah generasi yang terdidik, baik dari segi akhlak, karakter, maupun rasa cinta tanah air. Sikap tersebut akan tumbuh di antara baiknya lingkungan belajar dan pergaulan yang mereka dapatkan, seperti halnya di pesantren. Tempat dengan nuansa agamis dan harmonis, tempat dimana sikap disiplin dan sopan santun diajarkan, serta menjadikan hamba yang selalu bertakwa kepada Allah SWT.

Namun, bagaimana tanggapan dari teman-teman dengan tingkah laku generasi saat ini. Banyak berita terkini yang mengabarkan bahwa tawuran, narkoba, kekerasan, bahkan hamil di usia dini adalah kasus hukum yang banyak menimpa remaja. Bukanya perdamaian yang mereka ciptakan, melainkan hanya menjadi beban masyarakat dan membuat malu generasi muda Indonesia.

Kehidupan generasi muda bangsa saat ini memang mengalami penurunan moral. Hal ini disebabkan karena tidak seimbangnya perkembangan arus globalisasi. Mereka hanya mengikuti begitu saja jalannya arus globalisasi, tanpa memilah-milah terlebih dahulu antara mana yang baik dan mana yang buruk. Tentu hal tersebut diharapkan tidak terjadi pada santri. Pasalnya, Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifudin mengatakan, ada tanggung jawab besar bagi santri untuk ikut merawat dan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hal ini demi eksistensi santri yang telah berjasa dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Pernyataan tersebut penulis ambil dari ungkapan Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifudin, yang dimuat media ternama Tribun news seusai beliau meluncurkan “Program Kemaslahatan BPKH” di kantor Kementrian Agama, MH. Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat 19 Oktober 2018 lalu.

Berdasarkan pernyataan tersebut penulis menyimpulkan bahwa, santri harus ikut bertanggung jawab dalam menciptakan perdamaian dan menjaga keutuhan NKRI. Santri harus menjadi pahlawan demi perdamaian dan berjiwa nasionalisme sebagai perisai. Selain itu, Ilmu-Ilmu disiplin yang telah diterapkan di pesantren dapat dijadikan senjata andalan untuk menebarkan benih-benih kebaikan. Sebagai contoh yaitu, santri dapat membumikan kebaikan-kebaikan disekitar masyarakat yang diharapkan, dapat berdampak positif terhadap kaum muda.  Meskipun berat, akan tetapi inilah sikap tanggung jawab dan eksistensi santri yang harus dijaga dan dipertahankan. Hal inilah yang dapat memunculkan calon generasi dan pemimpin bangsa kedepannya. Tak menutup kemungkinan jika pesantren dan para santri bersatu, maka perdamaian negeri tercapai serta generasi muda akan maju.