Pentingnya FM Radio Bagi Umat Muslim di Basilan Filipina

Basilan adalah provinsi di Filipina dan Ibu kotanya di sebut dengan Lamitan City.  Basilan berada di semenanjung Zamboanga.  19 Juli 2022 bersama teman saya Berto, kami  mendapat kesempatan ke Filipina dan kota yang pertama kami kunjungi adalah Zamboanga. Di Zamboanga kami didampingi Pak Yasser dan Abdurassad. Di sela-sela kesibukan,  kami menyempatkan waktu berbicara dalam content Radio Talk  cannel youtube Radio Project Indonesia Berikut Isi pembicaraan kami:

—————————————————————————————————–

Arpan –  “Sekarang saya di Zamboanga, Filipina. Saya ditemani oleh pak Yasser dan pak Abdurassad. Mungkin bisa dijelaskan kenapa Radio FM sangat dibutuhkan di Basilan?”

Abdurassad – “Saya pimpinan dari Madaris Association dan saya juga seorang Kepala Sekolah di salah satu sekolah Islam di Basilan, dan mengajar Bahasa Arab disitu, dan saya juga tergabung dalam komunitas yang Bernama Baranggay Kaghawan sebagai Pembina disitu. Saya juga sedang menggarap lahan seluas 50 hektar, yang ditanami karet, dan saat ini sedang musim panen. Jadi memang sangat penting untuk dibangun stasiun Radio FM di Basilan, terutama yang bisa digunakan untuk tujuan dakwah. Karena, di Basilan, memang ada beberapa stasiun Radio FM, namun mereka tidak menyiarkan program tentang Islam. Mereka juga tidak pernah mengundah narasumber atau penyiar Islam ke Radio mereka untuk berpartisipasi. Radio-radio ini dijalankan oleh orang-orang Kristen. Jadi kita kekurangan siaran-siaran dari para Ulama untuk berdakwah. Meski pulau ini penduduknya 80% Muslim, tetapi mereka kurang dalam ilmu agama. Mereka bisa berdoa, namun tidak memahami aturan-aturan dalam Islam. Juga tentang Sholat, apa itu Sholat, mereka tidak paham. Nantinya peran siaran ini agar mampu menyajikan diskusi, penjelasan yang baik, dan menceritakan sesuatu tentang Islam. Karena orang-orang ini masih belum familiar dengan hal itu.”

“Hal yang paling baik adalah dengan kita memiliki Radio kita sendiri. Jadi kita bisa memiliki waktu untuk menjelaskan dan berdakwah tentang Islam terutama di Basilan dan bahkan di Zamboanga. Karena, Mindanao adalah area dengan jumlah umat Muslim yang cukup banyak. Di Filipina, Mindanao adalah tempat yang mayoritas Muslim. Jadi memang kami perlu stasiun Radio semacam itu. Semua Radio di Mindanao tidak pernah bicara tentang Islam. Karena semua stasiun itu dijalankan oleh umat Kristen. Sebenarnya ada rencana di salah satu stasiun di Davao yang mengundang kami, karena saya pernah menjelaskan konsep saya ke mereka. Namun permasalahannya mereka juga meminta kehadiran seperti Ustadz, tetapi kita tahu bahwa Ulama tidak bisa selamanya menjadi sukarelawan dalam memberikan khutbah. Berbeda dengan yang terjadi di negara-negara Islam, Ustadz digaji oleh pemerintah, disini tidak demikian karena ini adalah negara Kristen, jadi posisi kami hanyalah sebagai sukarelawan ketika menyampaikan khutbah, di kegiatan-kegiatan keagamaan, tidak ada gaji disana, meskipun ada jumlahnya sangat sedikit seperti lewat Zakat, atau sedekah, jadi kecil sekali dan tidak bulanan sifatnya.”

“Saya juga salah satu Imam di salah satu masjid, dan memang tidak ada gaji yang diterima disitu. Hanya sukarelawan. Tidak ada gaji dari pemerintah juga sebagai Imam, dan inilah pentingnya Radio disini. Basilan sekarang adalah pusat dari Bangsamoro Autonomous Region and Moslem Mindanao (BARMM) yaitu orang-orang Muslim yang khusus direkrut oleh pemerintah. Ini khusus untuk Muslim, namun tidak ada program Radio yang khusus untuk Muslim. Inilah kenapa kami butuh Radio disini, untuk dakwah, untuk juga menginformasikan event-event keagamaan seperti Ramadhan, kapan awal puasa dan kapan berakhirnya, juga informasi terkait Haji, dan menyampaikan hari-hari besar Muslim lainnya. Tidak ada yang mengerti ini semua karena memang tidak pernah ada yang menyampaikannya. Memang terkadang disampaikan di khutbah, namun jarang sekali. Dan informasi tersebut diterima hanya oleh mereka yang datang ke masjid, bagaimana dengan mereka yang tidak ke masjid? Jadi kalau ada Radio, mereka bisa mendengar, meskipun mereka ada di rumah, sedang bersantai, namun mereka bisa mendengar informasi tentang Islam. Inilah kenapa saya mendorong kelompok kami dan juga mohon bantuan dari anda, bahwa di Basilan harapannya bisa ada stasiun Radio FM untuk umat Muslim disana.

Arpan – “Jadi memang tujuan anda untuk sesama umat Muslim ya?”

Abdurassad – “Ya untuk umat Islam disana.”

Arpan – “Apa yang jadi keinginan atau pesan anda di Radio kedepan? Pembelajaran terkait Islam atau ada yang lain?”

Abdurassad – “Yang pertama adalah tentang Perdamaian. Meskipun mereka Muslim, mereka tidak mengerti tentang misalnya Jihad. Mereka hanya mengerti Jihad adalah tentang berperang, bukan. Jihad bukan perang. Jihad adalah untuk perdamaian, Jihad juga untuk kita memperbaiki diri, dan dakwah untuk menyebarkan Islam supaya orang di luar mengerti bahwa Islam hadir untuk perdamaian, dan bukan perang. Banyak orang di Basilan yang juga salah memahami ini.”

Saat megakhiri pembicaraam kami , Pak Yasser mengatakan bahwa Bahasa yang banyak dipakai oleh orang-orang disana adalah Bahasa Yakan. Karena banyak orang di daerah Basilan adalah orang-orang Yakan. Mereka adalah salah satu suku Muslim.

Sembilan hari lamanya di filipina, sebuah kebahagian bisa berinteraksi dengan orang-orang Filipina. Berharap apa yang menjadi mimpi Pak yasser dan Abdurassad untuk membangun fm radio yang ditujukan kepada umat muslim di sana bisa terwujud.

A.R.P.N
Artikel ini telah diterjemahkan kedalam bahasa indonesia oleh 'Berto'